Mengirim lamaran kerja ke berbagai jenis perusahaan biasanya butuh penyesuaian. Kalau melamar ke perusahaan lokal, pakai bahasa Indonesia sudah pasti aman. Tapi bagaimana kalau mau mencoba peruntungan di perusahaan multinasional atau agensi luar negeri? Tentu saja bahasanya harus berganti ke bahasa Inggris.
Masalahnya, membuat dua versi CV terpisah dari nol sering kali bikin malas. Belum lagi kalau nanti ada pengalaman baru yang harus ditambahkan, artinya kamu harus mengedit dua dokumen sekaligus. Ribet dan gampang kelupaan.
Padahal, kunci sukses melamar kerja lintas perusahaan bukan berarti kamu harus repot mendesain ulang semuanya. Ada cara yang jauh lebih praktis untuk menyiasatinya.
Kenalan dengan Konsep CV Dwibahasa
CV dwibahasa sebenarnya bukan berarti satu halaman penuh dicampur antara bahasa Indonesia dan Inggris. Itu malah bikin bingung yang baca. Yang dimaksud adalah memiliki format dan isi yang sama, tapi judul bagian serta format tanggalnya bisa disesuaikan dengan bahasa yang kamu pakai untuk melamar.
Misalnya, saat melamar ke perusahaan di Indonesia, bagian “Work Experience” berubah menjadi “Pengalaman Kerja”. Begitu juga dengan format penanggalan yang menyesuaikan standar lokal.
Tapi sebelum memikirkan masalah bahasa, ada satu hal lagi yang tidak boleh luput dari perhatian: sistem penyaring otomatis atau ATS. Banyak pelamar mengabaikan hal ini dan mendesain CV secantik mungkin dengan kolom warna-warni atau tabel yang rumit. Akibatnya, teks di dalam CV gagal dibaca oleh pemindai otomatis dan lamaranmu langsung gugur sebelum sempat dilihat oleh HRD.

Aturan Utama Agar CV Lolos ATS
Supaya CV dwibahasa buatanmu aman dibaca oleh mesin maupun manusia, ada beberapa aturan dasar yang harus ditaati:
- Gunakan satu kolom: Hindari tabel atau sidebar karena membuat mesin pembaca bingung membaca urutan teks.
- Judul bagian yang lazim: Pakai nama bagian yang standar seperti “Pengalaman Kerja” atau “Work Experience”, bukan istilah kreatif yang bikin sistem gagal paham.
- Ekspor ke PDF standar: Pastikan teks di dalam PDF bisa disalin dan bukan berupa gambar atau hasil scan.
Kalau formatnya sudah satu kolom dan bersih dari elemen yang membingungkan, urusan isi tinggal menyesuaikan saja.
Menyesuaikan Isi untuk Perusahaan Lokal dan Internasional
Bagian isi CV sering kali jadi tempat orang kebingungan menulis. Terutama saat harus merangkum ringkasan profil dan pencapaian kerja. Jangan cuma menulis daftar tugas harian seperti “menerima telepon dan membuat laporan”. HRD sudah tahu apa tugas seorang admin. Yang mereka cari adalah apa yang berhasil kamu capai.
Gunakan contoh ringkasan profil yang langsung menyoroti keahlian utamamu. Susun juga urutan pengalaman kerja dari yang paling relevan dengan posisi yang sedang kamu lamar, taruh di urutan paling atas.
Untuk urusan bahasa, pastikan kamu menggunakan kosakata yang profesional di kedua versi. Jangan mengandalkan terjemahan mentah dari mesin penerjemah yang sering kali terdengar kaku atau kurang natural di telinga penutur asli.

Bikin CV Rapi Lebih Gampang Pakai Aplikasi
Kalau kamu tidak mau pusing memikirkan format satu kolom yang lolos ATS atau repot mengatur bahasa, menyusunnya lewat CVATS bisa jadi pilihan yang masuk akal. Aplikasi ini dirancang khusus untuk membantu pencari kerja membuat dokumen yang bersih, rapi, dan ramah pemindai otomatis.
Kamu bisa mengisi data diri, ringkasan profil, pengalaman kerja, pendidikan, keahlian, sampai sertifikasi dengan panduan lima langkah yang praktis. Hebatnya lagi, aplikasi ini berjalan secara offline di ponselmu tanpa perlu bikin akun, jadi privasi datamu tetap aman di penyimpanan lokal.
Fitur dwibahasa di dalamnya juga membuat judul bagian dan format tanggal bisa langsung disesuaikan ke bahasa Indonesia atau Inggris sesuai kebutuhan lamaranmu. Mau tahu rasanya bikin CV tanpa drama format berantakan? Langsung saja unduh aplikasi CVATS di Google Play dan siapkan lamaran terbaikmu sekarang juga.
Foto sampul oleh Štefan Štefančík di Unsplash.
Artikel ini bagian dari blog Nexadream. Pelajari CVATS lebih lanjut di cvats.nexadream.id.
