Bikin tagihan bayaran kelihatannya sepele. Tinggal ketik nominal, sebutkan jasa yang dikerjakan, lalu kirim ke klien. Tapi kenyataannya, banyak pelaku usaha kecil dan freelancer yang keteteran cuma gara-gara urusan satu ini. Kalau formatnya berantakan, klien jadi malas bayar atau malah minta revisi ulang yang bikin cairnya makin lama.
Masalahnya makin runyam waktu kamu punya beberapa klien sekaligus dari berbagai proyek. Mau pakai software yang canggih, tapi kebanyakan butuh koneksi internet stabil atau fiturnya terlalu rumit buat sekadar nagih uang jasa. Nah, buat kamu yang butuh solusi praktis, mari kita bedah beberapa cara dan aplikasi untuk membuat tagihan yang rapi.
1. Aplikasi Your Invoice dari Nexadream
Kalau kamu cari cara paling cepat untuk buat invoice tanpa harus pusing mikirin layout, opsi pertama ini wajib dicoba. Ini adalah aplikasi Android buatan kami sendiri di Nexadream yang memang dirancang khusus buat freelancer, pelaku UMKM, dan pemilik usaha kecil yang butuh kepraktisan.
Aplikasi ini memungkinkan kamu untuk buat invoice dalam waktu kurang dari satu menit. Tersedia pilihan template gratis yang langsung terlihat profesional di mata klien. Hebatnya lagi, aplikasi ini 100% offline. Jadi, semua data usahamu tersimpan aman di perangkat sendiri dan sama sekali tidak dikirim ke server mana pun.
Selain itu, kamu bisa mengelola multi klien dan multi bisnis sekaligus dalam satu aplikasi. Ada juga dukungan multi mata uang seperti IDR dan USD, pengaturan pajak, diskon, hingga fitur ekspor dan bagikan invoice langsung ke WhatsApp atau email klien. Penasaran mau coba? Kamu bisa langsung kunjungi website Your Invoice untuk info lengkapnya, atau langsung unduh aplikasi buat invoice di Google Play secara gratis.

2. Spreadsheet Manual
Cara klasik ini jadi andalan banyak orang karena gratis dan hampir semua orang punya aplikasinya di laptop. Kamu bisa bikin tabel sendiri, atur rumus penjumlahan otomatis, dan simpan dalam bentuk file PDF sebelum dikirim ke klien.
Metode ini cocok buat kamu yang usahanya masih sangat awal dan jumlah transaksinya belum terlalu banyak. Tapi ingat, kekurangannya ada di waktu pembuatan yang relatif lama. Kalau kamu tidak teliti, salah ketik angka atau salah pasang nama klien di file lama sangat gampang terjadi.
3. Template Dokumen Siap Pakai
Kalau kamu tidak mau repot bikin format dari nol di spreadsheet, mencari template dokumen gratis di internet adalah jalan tengah yang bagus. Ada banyak situs yang membagikan format tagihan siap unduh.
Kamu tinggal isi bagian kosong seperti nama, alamat, rincian pekerjaan, dan total harga. Cara ini lumayan menghemat waktu, tapi tampilannya biasanya sangat standar dan kurang fleksibel kalau kamu ingin mengubah mata uang atau menambahkan catatan khusus pajak dengan cepat.

4. Software Akuntansi Berbasis Cloud
Untuk usaha yang sudah berjalan agak lama dan mulai butuh pencatatan keuangan yang kompleks, software akuntansi online adalah pilihan yang masuk akal. Biasanya di dalam software ini sudah tersedia modul pembuatan tagihan yang terhubung langsung dengan laporan laba rugi.
Tools ini sangat cocok untuk pemilik usaha yang punya staf keuangan dan butuh akses data dari mana saja. Tapi kalau kamu cuma seorang freelancer atau pebisnis solo yang butuh kepraktisan harian, cara kerjanya mungkin terasa berlebihan dan langganan bulannya bisa bikin boros.
5. Buku Catatan Fisik
Jangan salah, sebagian pelaku usaha kecil di lapangan masih setia menggunakan buku nota bergaris rangkap dua. Tinggal tulis tangan, bubuhi tanda tangan dan stempel toko, lalu lembar putihnya diberikan ke pembeli.
Metode konvensional ini paling pas buat usaha yang transaksinya serba cepat secara langsung di tempat, seperti toko kelontong atau jasa cuci kendaraan. Namun, cara ini jelas kurang cocok untuk klien korporat atau klien digital yang menuntut dokumen berbentuk digital yang bersih dan rapi.
Pada akhirnya, tidak ada satu cara yang paling pas untuk semua orang. Pilih yang paling masuk akal dengan ritme kerjamu sehari-hari supaya urusan nagih uang tidak lagi jadi beban pikiran.
Foto sampul oleh Tyler Franta di Unsplash.
Artikel ini bagian dari blog Nexadream. Pelajari Your Invoice lebih lanjut di yourinvoice.nexadream.id.
