Pernah kejadian mau izin tidak masuk kerja atau sekolah, tapi bingung harus mulai dari mana? Mau cari contoh di internet rasanya banyak banget pilihan, malah bikin bingung sendiri mana yang formatnya paling benar. Akhirnya waktu habis hanya buat ngatur tata letak dan merangkai kalimat.
Urusan administrasi seperti ini memang sering bikin malas. Padahal isinya cuma sebentar, tapi urusan formatnya yang bikin ribet. Belum lagi kalau sudah dicetak ternyata hasilnya berantakan karena marginnya geser.
Makanya, mari bahas bagaimana cara paling gampang mengurus berbagai keperluan administrasi, terutama soal surat izin dan surat keterangan yang sering bikin pusing.
Kenapa Bikin Surat Izin dan Surat Keterangan Sering Bikin Pusing?
Masalah utamanya bukan di isinya. Kalau cuma mau bilang “saya tidak bisa masuk karena sakit”, siapa pun pasti bisa. Masalahnya ada di aturan formalnya.
Ada kepala surat, nomor, perihal, lampiran, kepada siapa surat itu ditujukan, paragraf pembuka, isi, penutup, sampai tanda tangan dan stempel kalau ada. Kalau salah satu bagian itu kurang, suratnya jadi terlihat tidak profesional. Bagi pengurus organisasi, guru, atau karyawan, salah format sedikit saja bisa bikin urusan tertunda.
Belum lagi kalau kamu harus bikin beberapa surat sekaligus dalam waktu mepet. Menyusun dari nol di aplikasi pengolah kata sungguh membuang waktu. Sering kali habis waktu di bagian merapikan spasi dan huruf, bukan di substansi suratnya.
Format Standar yang Wajib Ada
Sebenarnya, aturan bikin surat resmi itu tidak seseram kemaunnya. Kalau kamu terpaksa harus bikin sendiri dari awal, pastikan komponen penting ini tidak ada yang terlewat:
- Identitas pengirim: Nama, jabatan, atau instansi yang mengeluarkan surat.
- Tanggal dan nomor surat: Ini penting supaya dokumen punya arsip yang jelas.
- Tujuan surat: Kepada siapa surat ini ditujukan, lengkap dengan jabatan dan alamatnya.
- Isi utama: Penjelasan singkat dan jelas mengenai izin yang diajukan atau keterangan yang diperlukan.
- Bagian penutup dan pengesahan: Tempat tanda tangan dan nama terang pihak yang bertanggung jawab.
Kalau semua bagian itu sudah tersusun rapi, surat otomatis terlihat resmi. Masalahnya, menyusun itu semua secara manual butuh ketelitian tinggi, terutama soal kerapian saat dicetak.
Jalan Pintas Bikin Surat Resmi Tanpa Pusing
Kalau kamu tidak punya waktu luang untuk meraba-raba format dari awal, cara paling masuk akal adalah pakai template siap pakai. Kamu tidak perlu lagi menebak-nebak apakah marginnya sudah pas atau posisinya sudah benar.
Untuk kebutuhan ini, kamu bisa memanfaatkan Terator, sebuah generator template surat resmi yang memang dibuat untuk menyelesaikan masalah administrasi harianmu. Aplikasi ini menyediakan ratusan template surat siap pakai, termasuk berbagai jenis surat izin dan surat keterangan yang sering kamu butuhkan.
Cara pakainya juga tidak pakai ribet. Alurnya cuma tiga langkah sederhana:
- Pilih template surat yang kamu butuhkan dari ratusan opsi yang tersedia.
- Isi data yang diperlukan di kolom yang sudah disiapkan.
- Unduh hasilnya ke format PDF atau langsung cetak.
Kalau sewaktu-waktu datanya kurang lengkap, kamu juga bisa menyimpan draft-nya dulu untuk dipakai lagi nanti. Sangat membantu ketika kamu butuh dokumen cepat tanpa harus mengulang dari awal.
Bagi kamu yang lebih sering bekerja lewat handphone, kamu bisa langsung mengunduh aplikasi Terator di Google Play agar proses bikin surat jadi jauh lebih praktis di mana saja.
Penutup
Urusan administrasi tidak harus selalu bikin kepala senat-senet. Daripada menghabiskan waktu hanya untuk meributkan format surat izin dan surat keterangan dari nol, lebih baik pakai cara yang langsung beres. Waktumu jauh lebih berharga dipakai untuk hal lain yang lebih penting.
Foto sampul oleh Vitaly Gariev di Unsplash.
Artikel ini bagian dari blog Nexadream. Pelajari Terator lebih lanjut di terator.nexadream.id.
